![]() |
| Siapkah aku? |
"Ribuan purnama merangkaikan sebuah masa, mengukirkan kalbu yang berbicara tentang rasa"
Jauh dari sebuah skenario yang kini telah terdegelasi secara apik, awalnya aku begitu meragukan tentang hal yang sangat menelisik. Setiap pandangan ku melesat jauh melirik, bersiaga tentang kapan diri ini sudah terlalu jauh keluar dan harus kembali menarik. Sunyi tanpa bisik, hanya pada saat itu yang mau aku tilik.
Keangkuhan ku begitu terasa, menganggap satu dari tercipta itu hal biasa. Menghadirkan sebuah rahasia, tentang kisah antara ada dan tiada. Hingga ribuan purnama merangkaikan sebuah masa, mengukirkan kalbu yang berbicara tentang sebuah rasa
Kini babak baru tersedia didepan ku.... Siapkah aku?
Sesederhana itu kunci sebuah rahasia yang mengejutkan, terbilang teka teki yang awalnya terurungkan namun waktu lambat laun dengan mudah memecahkan. Rasanya kini memang benar, poros kisah ku mulai mebalik, seperti mulai sedia mengulik. Penghapusan sebuah titik, menjadi awal mula yang cukup menggelitik.
Dan kisah ku menemukan kamu...
Ribuan kata yang mulai terhampar, siap untuk menjadi penghantar. Sebuah cerita yang menjadi pembenar, tentang wujud sucinya janji altar. Kini gerbang cerita ku terpapar, rasa yang mulai terbuka lebar. Kisah ku siap dilepas kembali dari sangkara, mengisyaratkan akan terlaksananya sebuah ikrar.
Keangkuhan ku begitu terasa, menganggap satu dari tercipta itu hal biasa. Menghadirkan sebuah rahasia, tentang kisah antara ada dan tiada. Hingga ribuan purnama merangkaikan sebuah masa, mengukirkan kalbu yang berbicara tentang sebuah rasa
Kini babak baru tersedia didepan ku.... Siapkah aku?
![]() |
| Kamu... |
"Poros kisah ku membalik, seperti mulai sedia mengulik. Penghapusan tentang sebuah titik, menjadi awal mula yang cukup menggelitik"Rasanya seperti lembaran baru yang tertata rapi, menyiapkan diri... menyerahkan hati... Rasanya seperti sebuah perjalanan yang mulanya terhenti, kini tapak demi tapak siap untuk menelusuri. Entah sejauh mana waktu akan membawa kisah ini, tanpa perlu lama menanti, seakan sang kuasa telah merancang dan siap menemani.
Sesederhana itu kunci sebuah rahasia yang mengejutkan, terbilang teka teki yang awalnya terurungkan namun waktu lambat laun dengan mudah memecahkan. Rasanya kini memang benar, poros kisah ku mulai mebalik, seperti mulai sedia mengulik. Penghapusan sebuah titik, menjadi awal mula yang cukup menggelitik.
Dan kisah ku menemukan kamu...
Kisah ku dimulai, hati ku terkulai...
"Gerbang cerita ku terpapar, rasa yang kini mulai terbuka lebar. Kisah ku siap dilepas kembali dari sangkar, mengisyaratkan akan terlaksananya sebuah ikrar"Begitu pekat kini hati mulai kembali merasa, mensyukuri tentang sebuah kisah yang menciptakan masa. Langkah ku kini mulai menganalisa, tentang sepasang pribadi yang merancang untuk menjadi esa. Rasanya kini hati ku mulai terbiasa, terlibat dalam sebuah kisah yang mulai berbahasa. Benteng penutup diri yang awalnya menyiksa, kini siap memulai dan memberi kuasa.
Ribuan kata yang mulai terhampar, siap untuk menjadi penghantar. Sebuah cerita yang menjadi pembenar, tentang wujud sucinya janji altar. Kini gerbang cerita ku terpapar, rasa yang mulai terbuka lebar. Kisah ku siap dilepas kembali dari sangkara, mengisyaratkan akan terlaksananya sebuah ikrar.


